Bagaimana Prosedur Program Bayi Tabung atau In Vitro Fertilization (IVF)?

Siapa sih yang tidak sabar menunggu buah hati setelah menikah nanti? Tentu saja setiap pasangan yang sudah menikah menginginkan anak untuk melengkapi keluarga mereka yang baru saja dibentuk. Akan tapi ada juga cara mengatasinya dengan memakai program IVF atau program bayi tabung yang saat ini sudah banyak dilakukan di Indonesia.

In Vitro Fertilization adalah metode kehamilan yang pembuahannya dilakukan di luar tubuh atau dilakukan secara manual di laboratorium. Pertama kali teknik pembuahan manual ini dilakukan pada tahun 1970-an. Saat itu, teknik ini sudah sangat membantu pasangan yang ingin memiliki anak, bahkan sudah lebih dari 4 juta bayi dilahirkan melalui program yang satu ini.

Prosedur Program Bayi Tabung

Di Indonesia, pasangan yang mengalami masalah kesuburan kurang lebih sudah mencapai 10% dari semua pasangan yang ada di Indonesia. Tapi, sekitar 5%-nya menggunakan program IVF agar mereka tetap memiliki anak. Untuk mendukung program tersebut, tidak heran klinik yang dapat menjalankan teknik ini sudah semakin banyak saja, bahkan sudah tersebar di beberapa di kota-kota besar, seperti Jakarta, Medan, Denpasar, dan sebagainya.

Prosedur Teknik IVF

Sebelum wanita melakukan IVF, dokter kandungannya akan memberikan beberapa resep untuk obat kesuburan. Obat tersebut perlu diberikan agar dapat merangsang indung telurnya, sehingga bisa menghasilkan sel-sel telur dalam jumlah yang banyak dalam sekali waktu. Semakin banyak jumlah sel telur yang diproduksi, maka peluang untuk hamil akan semakin besar.

Selama mengkonsumsi obat kesuburan, dokter kandungan akan tetap mengawasinya, mulai dari indung telur, hormon, sampai sel telur di tahap pematangan. Di saat sel telurnya sudah matang, nantinya dokter akan mengambil sel-sel telur tersebut agar dapat disatukan ke sperma yang sebelumnya sudah sempat diambil dari suami atau pendonor.

Penyatuan sel telur dan sperma tersebut tidak memakan banyak waktu sampai pembuahannya berhasil. Proses pembuahannya sudah selesai, terbentuklah embrio yang perlu diinkubasi selama beberapa hari ke depannya lagi. Embrio yang lebih nantinya akan dimasukan ke dalam rahim wanita melalui kateter agar pertumbuhannya dapat dilanjutkan di dalam rahim.

Sebelum Anda menjalankan program IVF, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda. Terdapat beberapa efek samping yang perlu Anda waspadai, seperti keputihan yang terlalu berlebihan, kram, sembelit, payudara terasa nyeri, perut terasa begah, dan sebagainya.

Meskipun Anda sudah berhasil menjalankan program bayi tabung ini, tetap perlu Anda jaga kesehatannya agar proses kehamilannya dapat berjalan dengan lancar. Terapkan pola hidup yang sehat dan konsumsi makanan yang sehat agar pembuahannya bisa sukses sampai kelahiran. Yang perlu Anda ingat adalah, program IVF ini lumayan mahal, sehingga Anda perlu budget yang lebih sebelum melakukannya.

Post a Comment

0 Comments